Tetesan air membasahi tanah, kendaraan saling berhimpit memenuhi bahu jalan, orang - orang menghardik di balik kemudi, ya malam itu keadaan kota sangat sesak disertai kemacetan dimana-mana. Saya, termenung disamping kemudi, memandang lampu jalan dan apapun pemandangan yang ada didepan mata.
"Bosen deh kalo lagi macet gini, buang-buang waktu" seru saya dalam hati. Kemacetan hari itu memang betul-betul parah. Perjalanan dari daerah sekolah saya sampai ke rumah memakan waktu 3jam (biasanya hanya 50menit). Sambil melamun dan mendengarkan cd yang saya putar berulang - ulang, terbersit kejadian tadi sore. Biasa saja, sungguh tidak ada yang istimewa namun membuat sesak di salah satu bagian tubuh saya entah itu dada atau lebih tepatnya hati, mungkin.
Tampaknya saya sudah membiarkan hal ini berjalan dan melambung terlalu tinggi, suatu kesalahan. Perempuan tertarik kepada seorang pria, itu biasa dan wajar adanya. Hal itu entah pernah atau masih saya rasakan padanya saat ini, tidak tahu. Yang jelas disaat saya tahu bahwa dia akan berada di tempat dan jam yang sama maka sayapun mencari, kedua mata tak mampu berhenti berlari untuk menemukan seorang sosok.
Awalnya, sepi dan tak ada sesosok tubuh berisi yang sudah beberapa saat terakhir ini saya kagumi. Namun, diakhir ia ada! Ada dengan segala keramahannya. Terlalu terkejut untuk menyapa, terlalu enggan untuk membiarkan hati terlalu jauh menyukai. Maka sayapun berbalik, mencari sebuah mobil berwarna silver yang datang untuk saya tumpangi. Saya lalu berjalan pulang, pulang ke rumah. Ke tempat dimana saya bisa bermimpi tanpa henti, tanpa ada batasan kekecewaan karena saya tahu dia tidak sepenuhnya nyata untuk saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar